View My Stats

Selasa, 07 Agustus 2012

DASAR-DASAR KONTROL DENGAN PLC 

Untuk Sekolah Menengah Kejuruan
 Bidang Keahlian : Teknik Elektro
Program Keahlian : Teknik Listrik Instalasi
Berdasarkan Kurikulum SMK yang Disempurnakan (Kurikulum SMK Edisi 1999) 
Penyusun : Dpl. TS Jaka Kiryanta, ST
 Editor : Drs. Sudaryono DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PUSAT PENGEMBANGAN PENATARAN GURU TEKNOLOGI VOCATIONAL EDUCATION DEVELOPMENT CENTER JL. Teluk Mandar, Arjosari, Tromol Pos 5 Malang, 65102, Telp. (0341) 491239, Fax. (0341) 491342 KATA PENGANTAR Modul ini diterbitkan untuk menjadi bahan ajar pada SMK Bidang Keahlian Teknik Elektro, memenuhi tuntutan pelaksanaan Kurikulum SMK yang disempurnakan (Kurikulum SMK edisi 1999). Nilai kegunaan modul ini terletak pada pemakaiannya, karena itu kepada semua organisasi dan manajemen Pendidikan Menengah Kejuruan, diharapkan dapat berusahan untuk mengoptimalkan pemakaian modul ini. Dalam pemakaian modul ini, tetap diharapkan berpegang kepada asas keluwesan, asas kesesuaian dan asas keterlaksanaan sesuai dengan karakteristik kurikulum SMK yang disempurnakan. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penulisan naskah bahan ajar ini. Jakarta, Agustus 2000 Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan Dr. Ir. Gatot Hari Priowiryanto NIP 130675814 PROFIL KOMPETENSI TAMATAN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI LISTRIK Kompetensi Sub Kompetensi A. Menguasai gambar teknik elektro A1. Menguasai jenis peralatan dan standarisasi gambar teknik A2. Menguasai dasar-dasar proyeksi gambar teknik A3. Menggambar rangkaian listrik dan elektronika A4. Menginterpretasikan gambar teknik B. Menguasai penggunaan peralatan tangan dan peralatan mesin untuk membuat bahan bantu listrik dan elektronika B1. Menguasai peraturan, norma, standar dan sistem keselamatan kerja B2. Menggunakan dan merawat peralatan tangan dan mesin B3. Menggunakan peralatan tangan dan mesin untuk membuat alat dari bahan logam dan non logam untuk keperluan teknik elektro C. Menguasai dasar-dasar perakitan pesawat elektronika C1. Merencanakan tata letak komponen dan membuat jalur sambungan C2. Menguasai Teknik Pembuatan PRT C3. Merakit komponen dan menguji coba hasil rakitan C4. Memahami penanggulangan dan daur ulang limbah C5. Memahami cara-cara melindungi alam sekitar D. Menguasai alat ukur listrik dan elektronika D1. Mengidentifikasi dan mengklasifikasi peralatan ukur listrik D2. Menguasai karakteristik macam-macam alat ukur listrik D3. Menginterpretasikan buku petunjuk pemakaian alat ukur listrik D4. Menggunakan Alat Ukur Listrik dan Elektronika D5. Merawat dan memperbaiki alat ukur listrik E. Menguasai konsep dasar teknik listrik dan elektronika E1. Menguasai dasar elektrostatika dan kemagnetan E2. Menguasai dasar akumulator E3. Menguasai komponen pasif E4. Menguasai hukum kelistrikan/rangkaian DC dan AC E5. Menguasai dasar-dasar mesin listrik AC/DC E6. Menguasai teori atom dan molekul E7. Menguasai sifat dan macam bahan penghantar dan isolator E8. Menguasai karakteristik dan penggunaan komponen semi konduktor F. Menguasai dasar teknik digital dan aplikasi sederhana F1. Menguasai Konversi bilangan F2. Menguasai gerbang-gerbang dasar F3. Menguasai Flip-Flop F4. Menguasai aritmatika logik G. Menguasai instalasi listrik sederhana sesuai peraturan dan keselamatan kerja G1. Menguasai dasar-dasar peraturan umum dan keselamatan kerja G2. Memasang instalasi listrik sederhana H. Melaksanakan pekerjaan listrik penerangan dan tenaga H1. Menggambar instalasi listrik penerangan H2. Menggambar instalasi tenaga/motor arus putar H3. Menggambar instalasi dengan menggunakan komputer H4. Mengidentifikasi kebutuhan komponen H5. Memasang instalasi penerangan dan tenaga sederhana H6. Mengujicoba instalasi penerangan dan tenaga sederhana I. Merawat dan memperbaiki instalasi penerangan dan tenaga I1. Membaca gambar instalasi penerangan dan tenaga I2. Mengidentifikasi kesalahan instalasi penerangan dan tenaga I3. Memperbaiki kerusakan instalasi penerangan dan tenaga J. Mengoperasikan dan menguji mesin-mesin listrik AC/DC dan transformator J1. Mengoperasikan mesin-mesin listrik AC/DC dan transformator J2. Menguji mesin-mesin listrik AC/DC dan transformator K. Mengukur energi, frekuensi, daya dan faktor daya listrik K1. Memilih alat ukur yang sesuai untuk mengukur energi, frekuensi, daya dan faktor daya listrik K2. Menjelaskan prinsip kerja alat ukur yang digunakan K3. Melaksanakan pengukuran energi, frekuensi, daya dan faktor daya listrik secara sistematis L. Merangkai rangkaian mesin pengendali listrik dan rangkaian dasar pneumatik L1. Menguasai prinsip pengaturan dan pengontrolan otomatis pada sistem tenaga listrik L2. Menguasai peralatan kontrol otomatis pada sistem tenaga listrik L3. Memasang rangkaian kontrol otomatis pada sistem tenaga listrik L4. Memahami pendistribusian udara dan minyak sebagai pembangkit pneumatik L5. Mengidentifikasi macam-macam katup pneumatik L6. Membuat rangkaian pneumatik sederhana dengan satu silinder dan dua silinder M. Menerapkan komponen-komponen elektronika dan dasar-dasar PLC dalam rangkaian kontrol M1. Mengidentifikasi kegunaan komponen elektronika daya untuk alat kontrol (triac, diac,fet, mosfet) M2. Memahami karakteristik komponen elektronik daya M3. Mengaplikasikan komponen elektronika daya kedalam sistim kontrol sederhana M4. Mengidentifikasi keuntungan dan kerugian PLC M5. Mengenal hardware dan software PLC M6. Mengoperasikan hardware dan software sederhana. N. Mengidentifikasi bentuk energi alternatif sebagai sumber tenaga listrik N1. Mengklasifikasikan macam-macam bentuk energi alternatif N2. Menjelaskan prinsip kerja dan bentuk-bentuk energi alternatif N3. Mengidentifikasi keuntungan dan kerugian macam-macam bentuk energi alternatif O. Merencana, memasang, memperbaiki dan merevisi serta mengembangkan instalasi rumah tinggal O1. Merencanakan dan memasang instalasi rumah tinggal O2. Merencanakan dan memasang panel PHB 1 fasa/1grup O3. Melakukan ujicoba instalasi rumah tinggal O4. Mencari kesalahan dan memperbaiki instalasi rumah tinggal O5. Melakukan revisi dan pengembangan instalasi rumah tinggal P. Merencana, memasang, memperbaiki dan merevisi serta mengembangkan instalasi bangunan bertingkat P1. Merencanakan dan memasang instalasi bangunan bertingkat P2. Merencanakan dan memasang panel PHB untuk bangunan bertingkat P3. Merencana dan memasang instalasi alarm P4. Merencana dan memasang instalasi penangkal petir P5. Melakukan ujicoba instalasi bangunan bertingkat P6. Melakukan pencarian kesalahan/kerusakan dan memperbaiki instalasi bangunan bertingkat Q. Merencana, memasang, memperbaiki dan merevisi serta mengembangkan instalasi listrik industri Q1. Merencanakan dan memasang instalasi tenaga 1 fasa dan 3 fasa Q2. Merencanakan dan memasang panel tenaga 1 fasa dan 3 fasa Q3. Merencana dan memasang instalasi alarm Q4. Merencana dan memasang instalasi penangkal petir Q5. Melakukan ujicoba instalasi listrik industri Q6. Melakukan pencarian kesalahan/kerusakan dan memperbaiki instalasi listrik industri DAFTAR ISI Kata Pengantar…………………………………………………………………. i Profil Kompetensi………………………………………………………………. ii Daftar Isi…………………………………………………………………………. iv Pendahuluan……………………………………………………………………. vi Tujuan Umum Pembelajaran…………………………………………………. vii Petunjuk Penggunaan Modul…………………………………………………. viii Kegiatan Belajar 1 Pengenalan PLC………………………………………………………………… 1 Lembar latihan…………………………………………………………………… 4 Lembar Jawaban…………………………………………………………..……. 5 Kegiatan Belajar 2 Daerah Penggunaan PLC……………………………………………………… 7 Lembar latihan…………………………………………………………………… 11 Lembar Jawaban………………………………………………………………... 12 Kegiatan Belajar 3 Model / Bentuk Dasar PLC…………………………………………………….. 13 Lembar latihan…………………………………………………………………… 19 Lembar Jawaban………………………………………………………………... 20 Kegiatan Belajar 4 Struktur PLC……………………………………………………………..……… 22 Lembar latihan………………………………………………………………….. 24 Lembar Jawaban……………………………………………………………….. 25 Kegiatan Belajar 5 Unit Pusat Kontrol Pada PLC………………………………………………… 26 Lembar latihan…………………………………………………………………. 29 Lembar Jawaban………………………………………………………………. 30 Kegiatan Belajar 6 Metode Fungsi Pada PLC………………………………………………….…. 31 Lembar Latihan………………………………………………………………… 35 Lembar Jawaban………………………………………………………………. 36 Kegiatan Belajar 7 Piranti pemrograman / Personal Computer ( PC )…………………………. 38 Lembar Latihan………………………………………………………………… 41 Lembar Jawaban……………………………………………………………… 42 Kegiatan Belajar 8 Bahasa Pemrograman……………………………………………………….. 43 Lembar Latihan……………………………………………………………….. 47 Lembar Jawaban……………………………………………………………… 48 Kegitan belajar 9 Fungsi-Fungsi Logika Dasar………………………………………………… 50 Lembar Latihan………………………………………………………………. 58 Lembar Jawaban…………………………………………………………….. 59 Kegiatan Belajar 10 Flag ( Bendera )……………………………………………………………… 62 Lembar Latihan………………………………………………………………. 66 Lembar Jawaban……………………………………………………………. 67 Kegiatan Belajar 11 Pembentukan Hubungan Fungsi………………………………………….. 68 Lembar Latihan……………………………………………………………… 73 Lembar Jawaban……………………………………………………………. 75 Kegiatan Belajar 12 Penyederhanaan Fungsi Logika………………………………………….. 77 Lembar Latihan……………………………………………………………… 80 Lembar Jawaban…………………………………………………………… 81 Soal-Soal……………………………………………………………………. 82 Umpan Balik………………………………………………………………… 83 Daftar Pustaka……………………………………………………………… 84 PENDAHULUAN Dalam dunia modern ini kemajuan teknologi demikian pesat terutama dalam bidang otomatisasi, dimana PLC merupakan salah satu dari sekian banyak inti dari perangkat otomasi. Sekarang dipasaran banyak sekali macam produk PLC yang telah beredar namun demikian tetap memiliki teknologi dasar dan kemampuan yang sama. Perbedaannya hanya terletak pada software sehingga membedakan dalam cara penulisan / cara menggambarkan program ke dalam PLC. PLC sebagai alat otomasi, disamping dapat melaksankan operasi biner dengan logika dasar seperti AND, OR, Set / Riset dari flag, Output maupun Output timer harus dapat melaksanakan fungsi aritmatika seperti menjumlah, mengurangi, mengalikan, membagi, membandingkan (sama dengan= ; lebih besar >; lebihkecil <) dll. Sehingga dengan PLC dapat dilaksanakan : • Pengendalian • Pengaturan dan perhitungan • Pelayanan dan pengamatan • Pelaporan (pemberian sinyal) • Sesuai dengan kebutuhan konsumen. TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN Dengan mengunakan PLC maka dengan Perangkat yang sama dapat dilaksanakan untuk berbagai macam sistim otomatisasi tergantung dari program yang diberikan pada PLC. Adapun secara umum modul ini bertujuan untuk mengenalkan dan penambahan wawasan kepada para pembaca mengenai PLC tentang: • Prinsip dasar dan struktur • Daerah penggunaan • Keuntungan kerugian • Pembentukan logika dasar • Metode penyelesaian permasalahan kontrol dengan PLC PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul ini berisikan tentang teori penunjang untuk praktek PLC. Sedangkan produk PLC sendiri dewasa ini sangat banyak sekali ragamnya, sehingga dalam pemakaian modul ini harus ditunjang dengan buku manual dari PLC yang akan digunakan oleh pembaca dan petunjuk penggunaan software yang sesuai. Sebagai contoh untuk menentukan alamat input/output yang akan digunakan dan cara menuliskan program. Kegiatan Belajar 1 PENGENALAN PLC 1.1. Tujuan Khusus Pembelajaran Pembaca dapat:  menyebutkan macam-macam pengendali terprogram dengan pengawatan dengan benar.  menyebutkan macam-macam pengendali terprogram yang tersimpan dengan PLC dengan benar.  menjelaskan elemen-elemen pengendali terprogram dengan benar  Membedakan pengendali terprogram dengan pengawatan dan tersimpan dengan PLC, dilihat dari sambungannya dengan benar.  menyebutkan keuntungan PLC dengan benar. 1.2. PENGENALAN PLC Di dalam teknik pengendali dibedakan menjadi dua jenis pengendali : 1. Pengendali terprogram dengan pengawatan: a. program tetap melalui pengawatan b. program tidak tetap melalui sakelar pilih 2. Pengendali terprogram yang tersimpan dengan PLC : a. program tersimpan yang dapat diprogram bebas melalui RAM (Random Access Memory). b. program tersimpan yang programnya tidak dapat diubah-ubah melalui ROM (Read Only Memory), PROM (Programmable Read Only Memory), EPROM (Eraseable Programmable Read Only Memory). Pengendali terprogram tetap dengan pengawatan dapat dioperasikan melalui komponen-komponen relai, magnetik kontaktor dan rangkaian elektronik. Kontak hubung-tutup dari komponen-komponen tersebut yang melakukan kerja rangkaian pengendali. Melalui kontak-kontak relai hubungan seri - paralel rangkaian pengendali dibuat. Fungsi pengendali dapat dihasilkan melalui pengawatan dari komponen-komponen tersebut. Elemen Input : Tombol tekan S1, S2, S3, S4 Elemen Proses : Relai K1 Elemen Output : Lampu H1 Sambungan antara elemen-elemen tersebut melalui pengawatan. Gambar 1.1 Pengendali Dengan Pengawatan Pada pengendali terprogram dengan PLC , fungsi pengendali tidak tergantung dari pengawatannya. Elemen input ( tombol tekan, sensor ) dan elemen output dihubungkan ke peralatan PLC. Hubungan elemen input dan output tidak dilakukan dengan pengawatan tetapi melalui pemrograman dengan peralatan pemrogram ( Personal Komputer atau peralatan khusus ). Elemen Input : Tombol tekan S1, S2, S3, S4 Elemen Proses : PLC Elemen Output : Lampu H1 Sambungan antara elemen-elemen input dan output tidak melalui pengawatan, tetapi melalui program. Gambar 1.2 Pengendali Dengan PLC Programmable logic controller (PLC) yang pertama telah dikembangkan oleh para insinyur General Motor pada tahun 1968, saat mana perusahaan menemukan jalan buntu untuk mencari pengganti sistem kontrol relai yang sangat komplek Sehingga ditetapkan bahwa sistem kontrol baru ini (PLC) harus memenuhi beberapa persyaratan yang sekaligus merupakan keuntungannya, yaitu sebagai berikut: 1. Pemrograman sederhana 2. Perubahan program tanpa harus merubah sistem (tidak ada perubahan instalasi di dalamnya) 3. Lebih kecil, lebih murah dan lebih stabil dari pada hubungan sistem kontrol relai 4. Sederhana, biaya perawatan murah Perkembangan berikutnya difokuskan di dalam sistem yang memungkinkan sambungan dilakukan secara sederhana untuk sinyal-sinyal biner. Ketentuan-ketentuan seperti bagaimana sinyal-sinyal dihubungkan adalah menjadi bagian tugas di dalam program kontrol. Dengan sistem kontrol baru ini menjadi mungkin untuk pertama kali merencanakan sinyal-sinyal pada layar dan menyimpan di dalam penyimpan elektronik. Sejak itu, tiga dekade telah dilewati, hingga kemajuan yang sangat pesat telah dilakukan di dalam pengembangan elektronik mikro, seperti halnya pada PLC. Misalnya, bagaimana mengoptimalkan program tanpa harus kuawatir dengan kapasitas memori yang terbatas. Sekarang hal ini menjadi sesuatu yang sangat mudah untuk diatasi. Selain itu jangkauan fungsinya telah berkembang sangat pesat. Limabelas tahun yang lalu, visualisasi proses, dan proses analog dengan menggunakan PLC sebagai kontrol dianggap sebagai suatu impian. Sekarang, pendukung dari fungsi-fungsi ini telah menyatu dengan banyak PLC. 1.3. Lembar Evaluasi Soal : 1. Sebutkan jenis-jenis pengendali yang Anda ketahui ! 2. Apa kepanjangan dari PLC? Dan apa pula artinya ? 3. Apa perbedaan antara pengendali terprogram dengan pengawatan dan pengendali yang tersimpan dengan PLC dari segi penyambungannya ? 4. Ada berapa macam elemen dalam pengendali terprogram? Sebutkan ! 5. Apa keuntungan menggunakan PLC 6. Perhatikan gambar berikut! Tandai dan kelompokkan setiap komponen rangkaian, termasuk dalam elemen yang mana ? 1.4. Lembar Jawaban 1. Sebutkan jenis-jenis pengendali yang Anda ketahui ! Jawab : A. Pengendali terprogram dengan pengawatan : 1) program tetap melalui pengawatan 2) program tidak tetap melalui sakelar pilih B. Pengendali terprogram yang tersimpan dengan PLC : 1. program tersimpan yang dapat diprogram bebas melalui RAM. 2. program tersimpan yang programnya tidak dapat diubah-ubah melalui ROM, PROM, EPROM. 2. Apa kepanjangan dari PLC? Dan apa pula artinya ? Jawab : Programmable Logic Controller, artinya Pengontrol yang dapat diprogram. 3. Apa perbedaan antara pengendali terprogram dengan pengawatan dan pengendali yang tersimpan dengan PLC dari segi penyambungannya ? Jawab : Pada pengendali terprogram dengan pengawatan sambungan antar elemen-elemennya dilakukan melalui pengawatan dengan kabel, sedangkan pada pengendali tersimpan dengan PLC sambungan antara elemen-elemennya dilakukan melalui program. 4. Ada berapa macam elemen dalam pengendali terprogram? Sebutkan! Jawab : Ada tiga macam, yaitu: elemen input, elemen proses, dan elemen output 5. Apa keuntungan menggunakan PLC ? Jawab : a. Pemrograman sederhana b. Perubahan program tanpa harus merubah sistem (tidak ada perubahan instalasi di dalamnya) c. Lebih kecil, lebih murah dan lebih stabil dari pada hubungan sistem kontrol relai d. Sederhana, biaya perawatan murah 6. Perhatikan gambar berikut! Tandai dan kelompokkan setiap komponen rangkaian, termasuk dalam elemen yang mana ?
DASAR-DASAR KONTROL DENGAN PLC 

Untuk Sekolah Menengah Kejuruan
 Bidang Keahlian : Teknik Elektro
Program Keahlian : Teknik Listrik Instalasi
Berdasarkan Kurikulum SMK yang Disempurnakan (Kurikulum SMK Edisi 1999) 
Penyusun : Dpl. TS Jaka Kiryanta, ST
 Editor : Drs. Sudaryono DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PUSAT PENGEMBANGAN PENATARAN GURU TEKNOLOGI VOCATIONAL EDUCATION DEVELOPMENT CENTER JL. Teluk Mandar, Arjosari, Tromol Pos 5 Malang, 65102, Telp. (0341) 491239, Fax. (0341) 491342 KATA PENGANTAR Modul ini diterbitkan untuk menjadi bahan ajar pada SMK Bidang Keahlian Teknik Elektro, memenuhi tuntutan pelaksanaan Kurikulum SMK yang disempurnakan (Kurikulum SMK edisi 1999). Nilai kegunaan modul ini terletak pada pemakaiannya, karena itu kepada semua organisasi dan manajemen Pendidikan Menengah Kejuruan, diharapkan dapat berusahan untuk mengoptimalkan pemakaian modul ini. Dalam pemakaian modul ini, tetap diharapkan berpegang kepada asas keluwesan, asas kesesuaian dan asas keterlaksanaan sesuai dengan karakteristik kurikulum SMK yang disempurnakan. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penulisan naskah bahan ajar ini. Jakarta, Agustus 2000 Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan Dr. Ir. Gatot Hari Priowiryanto NIP 130675814 PROFIL KOMPETENSI TAMATAN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI LISTRIK Kompetensi Sub Kompetensi A. Menguasai gambar teknik elektro A1. Menguasai jenis peralatan dan standarisasi gambar teknik A2. Menguasai dasar-dasar proyeksi gambar teknik A3. Menggambar rangkaian listrik dan elektronika A4. Menginterpretasikan gambar teknik B. Menguasai penggunaan peralatan tangan dan peralatan mesin untuk membuat bahan bantu listrik dan elektronika B1. Menguasai peraturan, norma, standar dan sistem keselamatan kerja B2. Menggunakan dan merawat peralatan tangan dan mesin B3. Menggunakan peralatan tangan dan mesin untuk membuat alat dari bahan logam dan non logam untuk keperluan teknik elektro C. Menguasai dasar-dasar perakitan pesawat elektronika C1. Merencanakan tata letak komponen dan membuat jalur sambungan C2. Menguasai Teknik Pembuatan PRT C3. Merakit komponen dan menguji coba hasil rakitan C4. Memahami penanggulangan dan daur ulang limbah C5. Memahami cara-cara melindungi alam sekitar D. Menguasai alat ukur listrik dan elektronika D1. Mengidentifikasi dan mengklasifikasi peralatan ukur listrik D2. Menguasai karakteristik macam-macam alat ukur listrik D3. Menginterpretasikan buku petunjuk pemakaian alat ukur listrik D4. Menggunakan Alat Ukur Listrik dan Elektronika D5. Merawat dan memperbaiki alat ukur listrik E. Menguasai konsep dasar teknik listrik dan elektronika E1. Menguasai dasar elektrostatika dan kemagnetan E2. Menguasai dasar akumulator E3. Menguasai komponen pasif E4. Menguasai hukum kelistrikan/rangkaian DC dan AC E5. Menguasai dasar-dasar mesin listrik AC/DC E6. Menguasai teori atom dan molekul E7. Menguasai sifat dan macam bahan penghantar dan isolator E8. Menguasai karakteristik dan penggunaan komponen semi konduktor F. Menguasai dasar teknik digital dan aplikasi sederhana F1. Menguasai Konversi bilangan F2. Menguasai gerbang-gerbang dasar F3. Menguasai Flip-Flop F4. Menguasai aritmatika logik G. Menguasai instalasi listrik sederhana sesuai peraturan dan keselamatan kerja G1. Menguasai dasar-dasar peraturan umum dan keselamatan kerja G2. Memasang instalasi listrik sederhana H. Melaksanakan pekerjaan listrik penerangan dan tenaga H1. Menggambar instalasi listrik penerangan H2. Menggambar instalasi tenaga/motor arus putar H3. Menggambar instalasi dengan menggunakan komputer H4. Mengidentifikasi kebutuhan komponen H5. Memasang instalasi penerangan dan tenaga sederhana H6. Mengujicoba instalasi penerangan dan tenaga sederhana I. Merawat dan memperbaiki instalasi penerangan dan tenaga I1. Membaca gambar instalasi penerangan dan tenaga I2. Mengidentifikasi kesalahan instalasi penerangan dan tenaga I3. Memperbaiki kerusakan instalasi penerangan dan tenaga J. Mengoperasikan dan menguji mesin-mesin listrik AC/DC dan transformator J1. Mengoperasikan mesin-mesin listrik AC/DC dan transformator J2. Menguji mesin-mesin listrik AC/DC dan transformator K. Mengukur energi, frekuensi, daya dan faktor daya listrik K1. Memilih alat ukur yang sesuai untuk mengukur energi, frekuensi, daya dan faktor daya listrik K2. Menjelaskan prinsip kerja alat ukur yang digunakan K3. Melaksanakan pengukuran energi, frekuensi, daya dan faktor daya listrik secara sistematis L. Merangkai rangkaian mesin pengendali listrik dan rangkaian dasar pneumatik L1. Menguasai prinsip pengaturan dan pengontrolan otomatis pada sistem tenaga listrik L2. Menguasai peralatan kontrol otomatis pada sistem tenaga listrik L3. Memasang rangkaian kontrol otomatis pada sistem tenaga listrik L4. Memahami pendistribusian udara dan minyak sebagai pembangkit pneumatik L5. Mengidentifikasi macam-macam katup pneumatik L6. Membuat rangkaian pneumatik sederhana dengan satu silinder dan dua silinder M. Menerapkan komponen-komponen elektronika dan dasar-dasar PLC dalam rangkaian kontrol M1. Mengidentifikasi kegunaan komponen elektronika daya untuk alat kontrol (triac, diac,fet, mosfet) M2. Memahami karakteristik komponen elektronik daya M3. Mengaplikasikan komponen elektronika daya kedalam sistim kontrol sederhana M4. Mengidentifikasi keuntungan dan kerugian PLC M5. Mengenal hardware dan software PLC M6. Mengoperasikan hardware dan software sederhana. N. Mengidentifikasi bentuk energi alternatif sebagai sumber tenaga listrik N1. Mengklasifikasikan macam-macam bentuk energi alternatif N2. Menjelaskan prinsip kerja dan bentuk-bentuk energi alternatif N3. Mengidentifikasi keuntungan dan kerugian macam-macam bentuk energi alternatif O. Merencana, memasang, memperbaiki dan merevisi serta mengembangkan instalasi rumah tinggal O1. Merencanakan dan memasang instalasi rumah tinggal O2. Merencanakan dan memasang panel PHB 1 fasa/1grup O3. Melakukan ujicoba instalasi rumah tinggal O4. Mencari kesalahan dan memperbaiki instalasi rumah tinggal O5. Melakukan revisi dan pengembangan instalasi rumah tinggal P. Merencana, memasang, memperbaiki dan merevisi serta mengembangkan instalasi bangunan bertingkat P1. Merencanakan dan memasang instalasi bangunan bertingkat P2. Merencanakan dan memasang panel PHB untuk bangunan bertingkat P3. Merencana dan memasang instalasi alarm P4. Merencana dan memasang instalasi penangkal petir P5. Melakukan ujicoba instalasi bangunan bertingkat P6. Melakukan pencarian kesalahan/kerusakan dan memperbaiki instalasi bangunan bertingkat Q. Merencana, memasang, memperbaiki dan merevisi serta mengembangkan instalasi listrik industri Q1. Merencanakan dan memasang instalasi tenaga 1 fasa dan 3 fasa Q2. Merencanakan dan memasang panel tenaga 1 fasa dan 3 fasa Q3. Merencana dan memasang instalasi alarm Q4. Merencana dan memasang instalasi penangkal petir Q5. Melakukan ujicoba instalasi listrik industri Q6. Melakukan pencarian kesalahan/kerusakan dan memperbaiki instalasi listrik industri DAFTAR ISI Kata Pengantar…………………………………………………………………. i Profil Kompetensi………………………………………………………………. ii Daftar Isi…………………………………………………………………………. iv Pendahuluan……………………………………………………………………. vi Tujuan Umum Pembelajaran…………………………………………………. vii Petunjuk Penggunaan Modul…………………………………………………. viii Kegiatan Belajar 1 Pengenalan PLC………………………………………………………………… 1 Lembar latihan…………………………………………………………………… 4 Lembar Jawaban…………………………………………………………..……. 5 Kegiatan Belajar 2 Daerah Penggunaan PLC……………………………………………………… 7 Lembar latihan…………………………………………………………………… 11 Lembar Jawaban………………………………………………………………... 12 Kegiatan Belajar 3 Model / Bentuk Dasar PLC…………………………………………………….. 13 Lembar latihan…………………………………………………………………… 19 Lembar Jawaban………………………………………………………………... 20 Kegiatan Belajar 4 Struktur PLC……………………………………………………………..……… 22 Lembar latihan………………………………………………………………….. 24 Lembar Jawaban……………………………………………………………….. 25 Kegiatan Belajar 5 Unit Pusat Kontrol Pada PLC………………………………………………… 26 Lembar latihan…………………………………………………………………. 29 Lembar Jawaban………………………………………………………………. 30 Kegiatan Belajar 6 Metode Fungsi Pada PLC………………………………………………….…. 31 Lembar Latihan………………………………………………………………… 35 Lembar Jawaban………………………………………………………………. 36 Kegiatan Belajar 7 Piranti pemrograman / Personal Computer ( PC )…………………………. 38 Lembar Latihan………………………………………………………………… 41 Lembar Jawaban……………………………………………………………… 42 Kegiatan Belajar 8 Bahasa Pemrograman……………………………………………………….. 43 Lembar Latihan……………………………………………………………….. 47 Lembar Jawaban……………………………………………………………… 48 Kegitan belajar 9 Fungsi-Fungsi Logika Dasar………………………………………………… 50 Lembar Latihan………………………………………………………………. 58 Lembar Jawaban…………………………………………………………….. 59 Kegiatan Belajar 10 Flag ( Bendera )……………………………………………………………… 62 Lembar Latihan………………………………………………………………. 66 Lembar Jawaban……………………………………………………………. 67 Kegiatan Belajar 11 Pembentukan Hubungan Fungsi………………………………………….. 68 Lembar Latihan……………………………………………………………… 73 Lembar Jawaban……………………………………………………………. 75 Kegiatan Belajar 12 Penyederhanaan Fungsi Logika………………………………………….. 77 Lembar Latihan……………………………………………………………… 80 Lembar Jawaban…………………………………………………………… 81 Soal-Soal……………………………………………………………………. 82 Umpan Balik………………………………………………………………… 83 Daftar Pustaka……………………………………………………………… 84 PENDAHULUAN Dalam dunia modern ini kemajuan teknologi demikian pesat terutama dalam bidang otomatisasi, dimana PLC merupakan salah satu dari sekian banyak inti dari perangkat otomasi. Sekarang dipasaran banyak sekali macam produk PLC yang telah beredar namun demikian tetap memiliki teknologi dasar dan kemampuan yang sama. Perbedaannya hanya terletak pada software sehingga membedakan dalam cara penulisan / cara menggambarkan program ke dalam PLC. PLC sebagai alat otomasi, disamping dapat melaksankan operasi biner dengan logika dasar seperti AND, OR, Set / Riset dari flag, Output maupun Output timer harus dapat melaksanakan fungsi aritmatika seperti menjumlah, mengurangi, mengalikan, membagi, membandingkan (sama dengan= ; lebih besar >; lebihkecil <) dll. Sehingga dengan PLC dapat dilaksanakan : • Pengendalian • Pengaturan dan perhitungan • Pelayanan dan pengamatan • Pelaporan (pemberian sinyal) • Sesuai dengan kebutuhan konsumen. TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN Dengan mengunakan PLC maka dengan Perangkat yang sama dapat dilaksanakan untuk berbagai macam sistim otomatisasi tergantung dari program yang diberikan pada PLC. Adapun secara umum modul ini bertujuan untuk mengenalkan dan penambahan wawasan kepada para pembaca mengenai PLC tentang: • Prinsip dasar dan struktur • Daerah penggunaan • Keuntungan kerugian • Pembentukan logika dasar • Metode penyelesaian permasalahan kontrol dengan PLC PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul ini berisikan tentang teori penunjang untuk praktek PLC. Sedangkan produk PLC sendiri dewasa ini sangat banyak sekali ragamnya, sehingga dalam pemakaian modul ini harus ditunjang dengan buku manual dari PLC yang akan digunakan oleh pembaca dan petunjuk penggunaan software yang sesuai. Sebagai contoh untuk menentukan alamat input/output yang akan digunakan dan cara menuliskan program. Kegiatan Belajar 1 PENGENALAN PLC 1.1. Tujuan Khusus Pembelajaran Pembaca dapat:  menyebutkan macam-macam pengendali terprogram dengan pengawatan dengan benar.  menyebutkan macam-macam pengendali terprogram yang tersimpan dengan PLC dengan benar.  menjelaskan elemen-elemen pengendali terprogram dengan benar  Membedakan pengendali terprogram dengan pengawatan dan tersimpan dengan PLC, dilihat dari sambungannya dengan benar.  menyebutkan keuntungan PLC dengan benar. 1.2. PENGENALAN PLC Di dalam teknik pengendali dibedakan menjadi dua jenis pengendali : 1. Pengendali terprogram dengan pengawatan: a. program tetap melalui pengawatan b. program tidak tetap melalui sakelar pilih 2. Pengendali terprogram yang tersimpan dengan PLC : a. program tersimpan yang dapat diprogram bebas melalui RAM (Random Access Memory). b. program tersimpan yang programnya tidak dapat diubah-ubah melalui ROM (Read Only Memory), PROM (Programmable Read Only Memory), EPROM (Eraseable Programmable Read Only Memory). Pengendali terprogram tetap dengan pengawatan dapat dioperasikan melalui komponen-komponen relai, magnetik kontaktor dan rangkaian elektronik. Kontak hubung-tutup dari komponen-komponen tersebut yang melakukan kerja rangkaian pengendali. Melalui kontak-kontak relai hubungan seri - paralel rangkaian pengendali dibuat. Fungsi pengendali dapat dihasilkan melalui pengawatan dari komponen-komponen tersebut. Elemen Input : Tombol tekan S1, S2, S3, S4 Elemen Proses : Relai K1 Elemen Output : Lampu H1 Sambungan antara elemen-elemen tersebut melalui pengawatan. Gambar 1.1 Pengendali Dengan Pengawatan Pada pengendali terprogram dengan PLC , fungsi pengendali tidak tergantung dari pengawatannya. Elemen input ( tombol tekan, sensor ) dan elemen output dihubungkan ke peralatan PLC. Hubungan elemen input dan output tidak dilakukan dengan pengawatan tetapi melalui pemrograman dengan peralatan pemrogram ( Personal Komputer atau peralatan khusus ). Elemen Input : Tombol tekan S1, S2, S3, S4 Elemen Proses : PLC Elemen Output : Lampu H1 Sambungan antara elemen-elemen input dan output tidak melalui pengawatan, tetapi melalui program. Gambar 1.2 Pengendali Dengan PLC Programmable logic controller (PLC) yang pertama telah dikembangkan oleh para insinyur General Motor pada tahun 1968, saat mana perusahaan menemukan jalan buntu untuk mencari pengganti sistem kontrol relai yang sangat komplek Sehingga ditetapkan bahwa sistem kontrol baru ini (PLC) harus memenuhi beberapa persyaratan yang sekaligus merupakan keuntungannya, yaitu sebagai berikut: 1. Pemrograman sederhana 2. Perubahan program tanpa harus merubah sistem (tidak ada perubahan instalasi di dalamnya) 3. Lebih kecil, lebih murah dan lebih stabil dari pada hubungan sistem kontrol relai 4. Sederhana, biaya perawatan murah Perkembangan berikutnya difokuskan di dalam sistem yang memungkinkan sambungan dilakukan secara sederhana untuk sinyal-sinyal biner. Ketentuan-ketentuan seperti bagaimana sinyal-sinyal dihubungkan adalah menjadi bagian tugas di dalam program kontrol. Dengan sistem kontrol baru ini menjadi mungkin untuk pertama kali merencanakan sinyal-sinyal pada layar dan menyimpan di dalam penyimpan elektronik. Sejak itu, tiga dekade telah dilewati, hingga kemajuan yang sangat pesat telah dilakukan di dalam pengembangan elektronik mikro, seperti halnya pada PLC. Misalnya, bagaimana mengoptimalkan program tanpa harus kuawatir dengan kapasitas memori yang terbatas. Sekarang hal ini menjadi sesuatu yang sangat mudah untuk diatasi. Selain itu jangkauan fungsinya telah berkembang sangat pesat. Limabelas tahun yang lalu, visualisasi proses, dan proses analog dengan menggunakan PLC sebagai kontrol dianggap sebagai suatu impian. Sekarang, pendukung dari fungsi-fungsi ini telah menyatu dengan banyak PLC. 1.3. Lembar Evaluasi Soal : 1. Sebutkan jenis-jenis pengendali yang Anda ketahui ! 2. Apa kepanjangan dari PLC? Dan apa pula artinya ? 3. Apa perbedaan antara pengendali terprogram dengan pengawatan dan pengendali yang tersimpan dengan PLC dari segi penyambungannya ? 4. Ada berapa macam elemen dalam pengendali terprogram? Sebutkan ! 5. Apa keuntungan menggunakan PLC 6. Perhatikan gambar berikut! Tandai dan kelompokkan setiap komponen rangkaian, termasuk dalam elemen yang mana ? 1.4. Lembar Jawaban 1. Sebutkan jenis-jenis pengendali yang Anda ketahui ! Jawab : A. Pengendali terprogram dengan pengawatan : 1) program tetap melalui pengawatan 2) program tidak tetap melalui sakelar pilih B. Pengendali terprogram yang tersimpan dengan PLC : 1. program tersimpan yang dapat diprogram bebas melalui RAM. 2. program tersimpan yang programnya tidak dapat diubah-ubah melalui ROM, PROM, EPROM. 2. Apa kepanjangan dari PLC? Dan apa pula artinya ? Jawab : Programmable Logic Controller, artinya Pengontrol yang dapat diprogram. 3. Apa perbedaan antara pengendali terprogram dengan pengawatan dan pengendali yang tersimpan dengan PLC dari segi penyambungannya ? Jawab : Pada pengendali terprogram dengan pengawatan sambungan antar elemen-elemennya dilakukan melalui pengawatan dengan kabel, sedangkan pada pengendali tersimpan dengan PLC sambungan antara elemen-elemennya dilakukan melalui program. 4. Ada berapa macam elemen dalam pengendali terprogram? Sebutkan! Jawab : Ada tiga macam, yaitu: elemen input, elemen proses, dan elemen output 5. Apa keuntungan menggunakan PLC ? Jawab : a. Pemrograman sederhana b. Perubahan program tanpa harus merubah sistem (tidak ada perubahan instalasi di dalamnya) c. Lebih kecil, lebih murah dan lebih stabil dari pada hubungan sistem kontrol relai d. Sederhana, biaya perawatan murah 6. Perhatikan gambar berikut! Tandai dan kelompokkan setiap komponen rangkaian, termasuk dalam elemen yang mana ?

Rabu, 26 Januari 2011

tenaga nuklir

Tenaga nuklir merongrong upaya perlindungan iklim
Terlalu sedikit dan sudah terlambat
Tenaga nuklir, semaksimal apapun, hanya dapat memberikan kontribusi yang amat sedikit erhadap penurunan emisi CO2. Itu pun baru terjadi lama setelah dunia membutuhkan emangkasan emisi besar-besaran dan hanya dicapai denganmenafikan solusi pendanaan iklim yang nyata.Saat ini 439 reaktor nuklir3 memasok sekitar 15% listrik global, yang hanya mewakili6,5% konsumsi energi dunia dan hanya 2% dari penggunaan akhir energi.4Skenario global Perspektif Teknologi Energi (Energy Technologies Perspectives)dari Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA), yang diterbitkanpada bulan Juni 2008, menunjukkan, bahkan jika kapasitas nuklir digandakanempat kali lipat pada tahun 2050, kontribusi nuklir hanya 6% terhadap upayapemangkasan emisi karbon dari sektor energi hingga separuhnya pada tahun2050.5 Namun, perluasan nuklir seperti itu merupakan tugas yang mustahil:
Biayanya akan mencapai hampir 10 triliun dollar AS hanya untuk membangun reaktor-reaktor nuklir baru, sementara listrik yang dihasilkan baru dapat dinikmati jauh setelah tahun 2020, yaitu pada saat dimana dunia seharusnya sudah jauh mengurangi emisi gas-gas rumah kaca (GRK). Selain itu, pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut akan menimbulkan bahaya besar baik dari limbah yang dihasilkannya, kecelakaan, maupun penyebaran nuklir. Sebaliknya, teknologi energi terbarukan yang sudah jelas terbukti, tersedia saat ini, dapat dibangun dan dimanfaatkan dengan cepat serta mampu mengurangi emisi GRK. Sebagai contoh, waktu yang dibutuhkan untuk membangun sebuah turbintenaga angin yang besar telah berkurang menjadi hanya dua minggu, denganmasa perencanaan antara satu hingga dua tahun.Skenario IEA ETP tahun 2008 yang disebutkan di atas menunjukkan bahwakontribusi yang dapat diberikan oleh energi terbarukan terhadap pemangkasanemisi GRK adalah sebesar tiga hingga empat kali lipat lebih besar dibandingkanekspansi energi nuklir; bahkan terdapat potensi yang lebih besar lagi pada efisiensienergi – dan ini semua bisa diperoleh tanpa resiko pengorbanan yang lebih besar.
Nuklir, sebuah pengalih perhatian yang mahal Investasi untuk membangun stasiun tenaga nuklir membutuhkan modal besar dan penuh resiko. Angka-angka prakiraan saat ini serta jadwal pembangunan yang diajukan industri nuklir kepada investor dan kalangan pemerintahan tidak didukung oleh pengalaman yang lalu atau bahkan oleh yang tengah dialami saat ini. Di India, misalnya, biaya penyelesaian 10 reaktor nuklir terakhir rata-rata sudah tiga kali lipatmelebihi anggaran. Reaktor nuklir Olkiluoto 3 yang sedang dibangun di Finlandiasaat ini saja sudah 50% melebihi anggaran (lihat Studi Kasus).

Di lain pihak, skenario [R]evolusi Energi, yang diprakarsai oleh Greenpeace dan Dewan Energi Terbarukan Eropa (European Renewable Energy Council/EREC) (lihat halaman … untuk penjelasan lebih lanjut) menggambarkan suatu peta jalan energi berkelanjutan, yang akan menggantikan energi nuklir dan baha bakar fosilsecara bertahap. Skenario ini mampu menghemat biaya bahan bakar tahunan rataratahingga 750 milyar dollar AS, dan akan mencapai 18,7 triliun dollar AS padatahun 2030.
Sebuah keputusan investasi harus dibuat. Investasi untuk menggandakan kapasitas nuklir global sebanyak empat kali lipat akan berkisar antara 6 hingga 10 triliun dolar AS.6 Sebagaimana perhitungan Amory Lovins dari Institut Rcky Mountain, AS, dibandingkan dengan tenaga nuklir – dan dengan patokan biaya saat ini – pembangkit listrik tenaga angin mampu menggantikan dua kali lipat jumlah karbon bagi setiap dolar yang diinvestasikan. Sedangkan, dengan standarefisiensi energi hampir delapan kali lipat.7

Puncak dari yang disebut sebagai “kelahiran kembali nuklir”, yaitu Reaktor Air Bertekanan Eropa (European Pressurised Water Reactor), yang sedang dalam pembangunan di Finlandia, dengan jelas menggambarkan kelirunya pemikiran untuk menggunakan tenaga nuklir untuk menjawab tantangan iklim. Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) telah memperingatkan
Finlandia pada tahun 2004 akan resiko mengandalkan reaktor nuklir baruuntuk pemangkasan emisi. IEA mengatakan bahwa setiap penangguhan akan menghambat kemampuan Finlandia untuk memenuhi target pengurangan emisi GRK sebagaimana dicanangkan Protokol Kyoto.9 Resiko tersebut kini telah menjadikenyataan.Pada Oktober 2008, 41 bulan setelah pembangunan dimulai, proyek ini secararesmi dinyatakan sudah 3 tahun terlambat dari jadwal yang ditetapkan dananggarannya membengkak melebihi 1.500 juta euro (sekitar 2,000 juta dolar AS).Dengan pengoperasian yang tertunda sampai tahun 2012, OL3 tidak akan siappada waktu yang ditetapkan untuk membantu mencapai target Kyoto dari negaratersebut. Menurut mantan Menteri Lingkungan Hidup Finlandia, Satu Hassi MEP, padasaat keputusan untuk membangun OL3 diambil, negara tersebut kehilangan minatnya terhadap energi terbarukan.10 Sama halnya, pada tahun 2008 Perdana Menteri Finlandia Matti Vanhanen mengatakan: “Saya tidak melihat bahwa (lebih banyak) pembangkit listrik tenaga nuklir dapat menjawab masalah global”, danmenambahkan bahwa dengan mengurangi konsumsi energi, terutama dari kendaraan bermotor, akan memberikan kontribusi lebih besar untuk memerangiperubahan iklim.11Keputusan untuk membangun OL3 diambil pada saat energi terbarukan,terutama pembangkit listrik tenaga angin, telah berhasil dikembangkan dandiproyeksikan akan tumbuh cukup pesat. Angka yang diproyeksikan memangbelum direalisasikan,terutama karena pasar energi dihambat proyek OL3, yangmengambil 85% rencana investasi pembangkit listrik Finlandia yang baru antaratahun 2006 dan 2010.12 (Lihat Gambar 2). Demikian halnya, dapat kita lihatpada Gambar 3 bahwa pembangunan empat pembangkit listrik tenaga nuklirantara tahun 1977 dan 1980 telah menyebabkan terhentinya pengembangan gabungan energi panas dan tenaga (combined heat and power). Keputusan untukmembangun OL3 telah menghasilkan dampak yang sama.Berlawanan dengan janji-janji bahwa Reaktor Air Bertekanan Eropa (EuropeanPressurised Water Reactor/EPR) akan jauh lebih aman, lebih dapat diandalkan,lebih murah dan lebih cepat pembangunannya dibandingkan pembangunanreaktor-reaktor sebelumnya, pengembangan proyek ini justru terlambat, melebihianggaran dan telah gagal memenuhi standar kualitas dan keselamatan yangdiwajibkan Finlandia. Berbagai masalah dilaporkan pada landasan beton bangunan,bangunan utama reaktor, pompa tekanan (pressuriser), dan pipa pendingin utamaserta konstruksi baja reaktor. Semua masalah ini dapat menimbulkan akibat yangserius seandainya terjadi kecelakaan.13 Hingga Agustus 2008, lembaga otoritaskeselamatan nuklir STUK melaporkan adanya 2.100 kesalahan dalam kualitas dankeselamatan dalam proyek EPR.Pelajaran dari Finlandia sudah jelas. Tenaga nuklir tidak mampu mengurangi CO2tepat pada waktu yang dibutuhkan, sebaliknya nuklir mengurangi kesempataninvestasi di bidang energi terbarukan yang bersih serta efisiensi energi, danmenimbulkan resiko berbahaya terhadap kesehatan dan keselamatan.Bahaya kesehatan, keselamatan dan keamanan. Mengusulkan perluasan tenaga nuklir atas nama perubahan iklim hanyamenambahkan ancaman yang berpotensi merusak kesehatan, lingkungan dankeamanan untuk mengatasi ancaman bahaya lainnya. Tenaga nuklir menimbulkanresiko yang berbahaya bagi kesehatan, keselamatan dan keamanan. Dalamkenyataannya, seiring dengan meningkatnya dampak perubahan iklim, resikokeselamatan terkait tenaga nuklir juga meningkat. Sebagai contoh, karena tenaganuklir membutuhkan air dalam jumlah besar untuk proses pendinginan, kekeringanyang sering terjadi di dunia yang sedang mengalami perubahan iklim ini akan berarti
bahwa semakin sedikit air yang tersedia untuk mendinginkan reaktor, yang akan menurunkan keandalan reaktor dan menimbulkan kekosongan energi karena pembangkit listrik tenaga nuklir terpaksa harus ditutup. Ekspansi tenaga nuklir meningkatkan resiko kecelakaan Kecelakaan selalu terjadi pada pembangkit listrik tenaga nuklir. Kecelakaan di Chernobyl, yang merupakan kecelakaan hingga saat ini, telah mencemari wilayahseluas lebih dari 120.000 kilometer persegi dan pencemarannya tersebar sejauhLapland dan Skotlandia. Jumlah pasti korban meninggal tidak akan pernah diketahui, namun mungkin mencapai lebih dari seratus ribu jiwa. Dampak ekonomi dari kecelakaan Chernobyl diperkirakan mencapai ratusan milyar dolar AS. Kecelakaan pada reaktor yang jauh lebih besar dan lebih kompleks, seperti EPR,
bisa menimbulkan dampak yang jauh lebih merugikan.17
Ekspansi tenaga nuklir akan meningkatkan volume dan resiko yang tidak dapat diatasi dari bahan bakar nuklir terpakai dan limbah radioaktif hingga jauh ke masa depan Tidak ada solusi yang aman untuk menangani limbah radioaktif berbahaya daripembangkit listrik tenaga nuklir meskipun milyaran dolar AS telah diinvestasikan,,dan puluhan tahun penelitian telah dilakukan. Sebuah reaktor nuklir biasa, menghasilkan 20-30 ton bahan bakar terpakai dengan kadar radioaktif tinggi setiaptahunnya, yang akan tetap bersifat radioaktif hingga ratusan ribu tahun ke depan.Ekspansi tenaga nuklir secara nyata akan melemahkan keamanan globaldengan semakin meningkatnya peluang untuk penyebaran persenjataan nuklir dan terorisme Satu ton bahan bakar yang digunakan untuk membangkitkan tenaga nuklirumumnya mengandung sekitar 10 kilogram plutonium – jumlah yang cukup untuk membuat sebuah bom nuklir biasa. Percobaan yang dilakukan pemerintahAS telah membuktikan bahwa sejumlah senjata nuklir mampu dibuat hanya dalam hitungan minggu dengan menggunakan b ahan bakar nuklir terpakai biasa dari reaktor air ringan. Salah satu studi menunjukkan bahwa negara dengan basis industri sederhana dapat secara cepat dan rahasia membangun fasilitas pemrosesan kembali berskala kecil. Fasilitas ini disebut pembangkit tenaga ‘cepat dan kotor’ yang setiap harinya mampu menyarikan plutonium dari bahan bakar reaktor terpakai dalam jumlah yang cukup untuk membuat bom. Fasilitas seperti itu panjangnya tidak melebihi 40 meter dan dapat mulai beroperasi enam bulan setelah pembangunan dimulai.18 Daftar negara-negara non-nuklir yang baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mengakses teknologi nuklir dan membangun reaktor nuklir cukup panjang dan mengkhawatirkan.19 Meskipun telah dilakukan upaya yang sangat keras untuk membuat sejumlah kesepakatan dan mekanisme politik yang dirancang untukmengamankan bahan baku dan teknologi nuklir, semua ini tetap merupakan tugas yang mustahil. Mohamed El Baradei, Ketua Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency), badan yang bertanggung jawab untuk rejim pengamanan dan keamanan internasional, pada tahun 2005 mengatakan:
”Kendali ekspor telah gagal sehingga memungkinkan berkembangnya pasar gelap bahan baku uklir, pasar yang juga dapat diakses kelompok-kelompok teroris.”.20 Reaktor-reaktor sipil dan transportasi limbah nuklir menambahkan satu dimensi menakutkan lagi pada ancaman nuklir karena mereka adalah target yang menarik untuk kelompok-kelompok teroris.

Energi terbarukan dan efisiensi energi – satu-satunya opsi Greenpeace dan Dewan Energi Terbarukan Eropa (European Renewable Energy Council/EREC) menugaskan Institut DLR (Pusat Luar Angkasa Jerman/German Aerospace Centre) untuk mengembangkan suatu jalur
energi berkelanjutan global hingga tahun 2050. Skenario [R]evolusi Energi25 ini merupakan suatu cetak biru yang realistis untuk masa depan energi yang berkelanjutan dan berkeadilan. Skenario ini akan mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan distribusi dan akses energi yang lebih adil. Yang paling penting, skenario ini didasarkan pada teknologi energi
terbarukan yang dapat diandalkan dan sudah terbukti efisiensinya. Skenario ini menyertakan penghapusan nuklir dan bahan bakar fosil secara bertahap. Skenario [R]evolusi Energi enunjukkan bahwa dengan mempertahankan tingkat pertumbuhan industri energi terbarukan saat ini yang mencapai dua digit, meningkatkan penggunaan gabungan panas dan tenaga listrik dan
dengan memberlakukan standar efisiensi yang tinggi untuk kendaraan,gedung dan peralatan yang mengkonsumsi energi, amatlah mungkin untuk membangkitkan tenaga listrik yang memadai untuk

Dunia harus berupaya sebisa mungkin untuk mempertahankan kenaikan temperatur tetap di bawah dua derajat. Upaya ini hanya dapat dicapai dengan menggunakan energi terbarukan yang berkelanjutan dan efisiensi energi. Tenaga nuklir bukanlah bagian dari solusi iklim namun sebuah pengalih perhatian yang mahal dan berbahaya.

• Emisi gas rumah kaca global harus mencapai puncaknya dan mulai turun pada tahun 2015 dan dipangkas menjadi setengahnya pada tahun 2050.
• Dibutuhkan komitmen yang mengikat bagi negara-negara industri untuk mengurangi emisi sebesar 30% pada tahun 2020 dan 80% pada tahun 2050, lewat upaya-upaya domestik mereka, dan untuk mengarahkan pendanaan-pendanaan besar untuk dekarbonisasi di negara-negara berkembang.
Akhir jaman nuklir:
• Hapuskan secara bertahap reaktor-reaktor nuklir yang ada.
• Tidak ada lagi pembangunan reaktor nuklir komersial baru.
• Hentikan perdagangan internasional teknologi dan bahan baku nuklir.
• Hapuskan secara bertahap seluruh subsidi, langsung maupun tak langsung, untuk energi nuklir.

  1. Kofi Annan, Sekretaris Jenderal PBB, “Perubahan iklim bukan hanya isu lingkungan”, The Independent,edisi 9 Nopember 2006, halaman 39.
  2. Skenario Referensi menurut Prakiraan Energi Dunia tahun 2004 dari Badan Energi Internasional(International Energy Agency).
  3. Sistem Informasi Reaktor Pembangkit Tenaga IAEA, http://www.iaea.org/programmes/a2/
  4. Prakiraan Energi Dunia tahun 2006, Badan Energi Internasional. Namun, analisa lain oleh InstitutAnalisa Sistem Terapan Internasional (International Institute for Applied Systems Analysis/IIASA)menunjukkan bahwa tenaga nuklir hanya mewakili 2,2% dari konsumsi energi dunia. Perbedaan inidikarenakan IIASA menganggap output listrik dari sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir sebagaisumber energi utama. IEA, di lain pihak, menganggap panas sebagai sumber energi utama dandengan demikian mengasumsikan efisiensi sebesar 33%. Oleh karena itu, nilai energi utama dari satukWh tenaga nuklir yang dihasilkan dunia saat ini berdasarkan metodologi IIASA secara kasar setaradengan sepertiga nilai dari satu kWh yang sama berdasarkan metodologi IEA.
  5. Perspektif Teknologi Energi (Energy Technology Perspectives), Badan Energi Internasional (InternationalEnergy Agency), OECD, Juni 2008, http://www.iea.org/Textbase/techno/etp/index.asp
  6. Triliun (1.000.000.000.000) adalah seribu milyar. Untuk meningkatkan kapasitas yang ada menjadidua kali lipat pada tahun 2030 dibutuhkan pembangunan sedikitnya 500.000 MW kapasitas nukliryang baru, baik untuk menggantikan pembangkit yang sudah tua maupun untuk menambahkapasitas baru. Jika kita mengambil pengalaman terkini dari Olkiluoto-3 sebagai patokan harga, biayapembangunannya sekitar 4.300 USD/kW. Analisa Moody’s memberikan estimasi rendah sebesar5.000 dan estimasi tinggi sebesar 6.000 USD/kW. (Generasi Nuklir Baru di AS: Tetap Terbuka Terhadap Opsi vs Memenuhi Kebutuhan Yang Tidak Terelakkan (New Nuclear
  7. R]evolusi Energi – Sebuah Perkiraan Energi Dunia Berkelanjutan, Greenpeace dan Dewan Energi TerbarukanEropa (European Renewable Energy Council), Oktober 2008 http://www.greenpeace.org/raw/content/international/press/reports/energyrevolutionreport.pdf.
  8. Badan Energi Internasional (International Energy Agency), Kebijakan Energi negara-negara angota DewanEnergi Internasional (IEA); Tinjauan Finlandia tahun 2003 (http://www.iea.org/textbase/nppdf/free/2000/finland2003.pdf), IEA, 2004.
  9. Satu Hassi MEP, Menteri Lingkungan Hidup Finlandia tahun 1999 – 2002, Pemilihan akan NuklirDeciding on Nuclear) (http://www.satuhassi.net/puheet/praseg.pdf), UK Parliamentary and Sustainable Energy Group (PRASEG) Briefing, Nopember 2005. Lihat juga
  10. Satu Hassi MEP dalam BagaimanaKyoto digunakan sebagai argument dan apa yang terjadi setelahnya (http://www.satuhassi.net/puheet/ kyoto181005.htm), 18 Oktober, 2005.
  11. Reuters, Tenaga nuklir bukan obat bagi perubahan iklim: Perdana Menteri Finlandia, 14 Januari 2008 http://www.reuters.com/article/environmentNews/idUSN1442651320080114?feedType=RSS&feed Name=environmentNews.
  12. Data Statistik Finlandia sampai tahun 2006: Data Statistik Energi Tahun 2006. Kapasitas nuklir setelah tahun 2006 berdasarkan asumsi bahwa OL3 mulai berproduksi pada pertengahan tahun 2011. Proyeksi tenaga angin sebelum keputusan pembangunan OL3 diambil; Electrowatt-Ekono 2001: Tuulivoiman mahdollisuudet Suomessa [Prospek Tenaga Angin di Finlandia]. Bisnis tenaga angin biasa berdasarkan Pöyry Energy 2007: Tuulivoimatavoitteiden toteutumisnäkymät Suomessa [Prakiraan Pemenuhan Target Tenaga Angin di Finlandia].
  13. Data Statistik Finlandia: Data Statistik Energi tahun 2006.
  14. Dalam hal landasan yang terbuat dari beton, kandungan air yang tinggi, jika terjadi kecelakaan, akan mengakibatkan keretakan yang cepat. Kualitas jalur baja reaktor di bawah standar dapat menghasilkan peningkatan pelepasan radioaktif jika terjadi kecelakaan. Implikasi Keselamatan dari Masalah-Masalah di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Olkiluoto, disiapkan untuk Greenpeace oleh Dr Helmut Hirsch, Mei 2007.
  15. Press release pemerintah Jerman tanggal 17 September 2007: http://www.bmu.de/english/current_press_releases/pm/40029.php.
  16. Perkiraan jumlah korban tewas berbeda-beda. Menurut IAEA sebesar 4.000 sementara sebuah studi Greenpeace mendapatkan sekitar 93.000 kasus kanker fatal yang diakibatkan kecelakaan nuklir Chernobyl di Belarus dan selama 15 tahun terakhir terdapat 60.000 kematian tambahan di Russia akibat kecelakaan nuklir Chernobyl. Bencana Nuklir Chernobyl – Akibatnya pada Kesehatan Manusia, Greenpeace, 2006. http://www.greenpeace.org/international/press/reports/chernobylhealthreport.
  17. Kajian radiologi atas dampak limbah pembangkit listrik tenaga nuklir epr/pwr yang diusulkan di Perancis, John Large, untuk Greenpeace Perancis, 3 Pebruari 2007.
  18. Sejak tahun 1977, laboratorium riset nuklir AS secara ekstensif mempelajari kelayakan pengembangan fasilitas pemrosesan kembali yang “cepat dan kotor”. Sebagian besar dokumen aslinya tetap dirahasiakan, namun sebuah gambaran umum yang amat bagus tentang fasilitas tersebut dipublikasikan oleh V. Gilinsky dkk. pada tahun 2004 (V. Gilinsky et al., Penelitian baru terhadap resiko penyebaran Reaktor Air Ringan (Light Water Reactors) diterbitkan oleh Nonproliferation Policy Education Centre, Okt. 2004). Studi utama yang pertama membuktikan bahwa negara dengan basis industri biasa-biasa saja dapat dengan cepat dan rahasia membangun sebuah fasilitas pemrosesan kembali kecil yang setiap harinya mampu menghasilkan plutonium dalam jumlah yang cukup untuk membuat bom.
  19. 23 Italia, Portugal, Norwegia, Polandia, Belarus, Irlandia, Estonia, Latvia, Turki, Iran, negara-negara Teluk, Yaman, Israel, Siria, Yordania, Mesir, Tunisia, Libia, Aljazair, Maroko, Nigeria, Ghana, Namibia, Azerbaijan, Georgia, Kazakhstan, Chile, Venezuela, Banglades, Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Australia dan Selandia Baru.
  20. Majalah Spiegel edisi 8 Des 2005: Menjaga Dunia Aman dari Bom.
  21. Terima kasih kepada The Greens and European Free Alliance in the European Parliament atas sebagian besar informasi dalam bab ini yang diambil dari lembaran fakta mereka “Tenaga nuklir tidak akan menyelamatkan iklim kita: 40 fakta dan bantahan”.
  22. Mekanisme yang ditetapkan dalam Pasal 12 Protokol Kyoto menjelaskan kebijakan yang manfaatnya dapat dinikmati bersama oleh negara-negara maju dan berkembang (negara-negara utara dan selatan). Tujuannya adalah untuk membantu negara-negara utara dan selatan “mencapai pembangunan berkelanjutan dan sebagai kontribusi terhadap sasaran akhir Konvensi tersebut’ (Pasal 12.2.). Kegiatan-kegiatan ini harus mengandung ‘manfaat yang nyata, terukur dan jangka panjang’ (Pasal 12.5.b). Penolakan terhadap tenaga nuklir dalam CDM mendapat ekspresi konkrit dari komitmen seluruh negara utara untuk tidak terpaksa berpaling ke CDM untuk proyek-proyek yang berbasis energi nuklir. Terkait dengan sistem pengambilan keputusan yang berlaku, yang dilakukan melalui Dewan CDM, pada dasarnya hal ini berarti bahwa tenaga nuklir akan dihapuskan paling tidak dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan.
  23. http://www.abs-cbnnews.com/topofthehour.aspx?StoryId=80742
  24. “CNEA [Komisi Energi Atom Nasional Argentina] melaporkan bahwa hutang negara Argentina terdiri dari: US$100 juta kepada Siemens, US$902 juta kepada perbankan Jerman, dan US$80 juta kepada berbagai investor. Total jenderal hutangnya adalah US$1,08 milyar. http://www10.antenna.nl/wise/ index.html?http://www10.antenna.nl/wise/618/5651.php
  25. [R]evolusi Energi – Sebuah Perkiraan Energi Dunia Berkelanjutan, Greenpeace dan Dewan Energi Terbarukan Eropa (European Renewable Energy Council), Oktober 2008 http://www.greenpeace.org/raw/content/international/press/reports/energyrevolutionreport.pdf Greenpeace International Tenaga Nuklir - Merongrong upaya perlindungan iklim 7 Greenpeace International Nuclear Power - No solution to climate change 8 Greenpeace

Greenpeace International Nuclear Power - No solution to climate change 8
Greenpeace adalah organisasi kampanye global independen yang bekerja untuk mengubah sikap dan perilaku, untuk melindungi dan melestarikan lingkungan dan mempromosikan perdamaian.
Diterbitkan oleh Greenpeace International, Ottho Heldringstraat 5, 1066 AZ Amsterdam, Belanda Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: enquiries@int.greenpeace.org Greenpeace © gp /Nimtsch